Sejarah

Adanya MTsN Kuok ini, memiliki sejarah yang cukup panjang karena sangat lama tahun yang dilalui dan juga sangat dipengaruhi oleh kondisi yang terjadi saat ini. Dan tak kalah pentingnya adalah sangat banyak orang yang terlibat sebagai pencetus ide lahirnya suatu lembaga pendidikan yang permanent di negeri Kuok ini.

Atas inisiatif Wali negeri Kuok waktu itu (A. Aziz Rahim) maka diadakan rapat para pemuka masyarakat (alim ulama, ninik mamak, cerdik pandai) untuk memanfaatkan tanah kosong di sekitar mesjid Al Ittithad Pasar Kuok. Rapat yang diadakan pada tahun 1953 itu, seluruh peserta rapat merasa perlu dan sepakat untuk mendirikan sebuah pondok pesantren guna  mendidik dan membina kader – kader Ulama. Tapi keinginan mendirikan pondok pesantren ini tidak dapat diujudkan karena disebabkan kendala – kendala potensial saat itu yang tidak dapat diatasi. Akhirnya oleh Pimpinan rapat ketika itu (Wali Negeri Kuok) memberkan kepercayaan kepada Dewan Perwakilan Negeri (DPN) untuk merencanakan mendirikan lembaga Pendidikan Islam sebagaiman yang diinginkan.

Akhirnya 16 orang anggota DPN yang mewakili beberapa kampong ketika itu yang terdiri dari:

  1. Kampung Sungai Betung dan Pulau Jambu diwakili oleh empat orang, yaitu: A. Aziz Rahim, Hamzah Yunus, Jalil Jikidang, dan H. Ibrahim.
  2. Kampung Pulau Balai dan Pulau Empat diwakili oleh: Abdullah Do’a, H. Jalal, Sambah, dan Ya’kub.
  3. Kampung Pulau Belimbing I dan II diwakili oleh: A. Rahim Arif, A. Jalil Yusuf, Abdullah Yatim, dan H. Mahmud.
  4. Kampung Pulau Terap I dan II diwakili oleh: M. Nur Yasir Dt. Besar, Imam Rasyid, H. Arif, dan H. Bakar.

Pada rapat yang diadakan di Surau Lekuk tahun 1953 itu sepakat untuk mendirikan Sekolah Menengah Islam (SMI). Akhirnya pada tahun 1958 terujudlah Sekolah Menengah Islam di Negeri Kuok. Nampaknya keberadaan SMI ini sangat diminati oleh masyarakat, tidak hanya masyarakat negeri Kuok, tapi juga dari masyarakat negeri sekitarnya, seperti : dari XIII Koto Kampar, Pulau Gadang, Tanjung Alai, Batu Bersurat, Koto Tuo, Muara Takus, Pongkai, Tabing, Subaling, Tanjung, Sibiruang, Gunung Bungsu dan lain sebagainya.

Untuk tahun pertama SMI ini menerima lansung dua local, kelas satu dan kelas dua. Hal ini terjadi karena saat itu sedang hangatnya pergolakan PRRI di Sumatra. Untuk kelas I dari tamatan SD, dan untuk kelas dua adalah untuk murid – murid yang berasal dari Muallimin Bangkinang, SMPI Pekanbaru, Muallimin Padang Panjang, Payahkumbuh dan lain-lain. Diterimanya murid pindahan dari berbagai sekolah jauh ini, dikarenakan para orang tua murid lebih merasa aman kalau anaknya bersekolah di kampong sendiri. Pada tahun pertama SMI ini, sekolah dipimpin oleh A. Rahim Arif selama lebih kurang 3 tahun. Karena ada perubahan system persekolahan maka pada awal tahun 1962 SMI dilebur dan diganti dengan Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 tahun. Sedangkan pimpinan sekolah masih dijabat oleh A. Rahim Arif.

Untuk menampung tamatan PGA 4 tahun ini, maka pada awal tahun 1963 didirikan pula PGA 6 tahun. Setelah terjadi perubahan bentuk sekolah ini maka terjadi pula pergantian pimpinan sekolah . Sedangkan status sekolah dari awal sampai tahun 1966 masih berstatus swasta. Pada tahun 1967, oleh Kantor Pendidikan Agama Provinsi Riau saat itu, PGA 4 tahun yang berstatus swasta diusulkan untuk dinegerikan dan selanjutnya pengelolaannya diserahkan kepada Departemen Agama. Pada mulanya masyarakat enggan untuk menerimanya. Setelah diadakan rapat yang sangat alot antara yang menerima dan menolak, akhirnya diterimalah penegerian PGA 4tahun, dan PGA 6 tahun tetap berstatus swasta.

Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, maka dikeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri (Menteri Agama Prof. Dr. Mukti Ali, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Syarif Thayeb, Menteri Dalam negeri Amir Mahmud), maka PGA 4 tahun dirubah menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) yang setara/setingkat dengan Sekolah Menegah pertama (SMP). Perubahan menjadi MTsN ini terjadi pada tanggal 01 Juli 1977.

Perbedaan antara MTs dan SMP adalah terletak pada materi pendidikan Agama Islam yang waktunya lebih banyak dibanding dengan SMP. Sedangkan pelajaran umum, materi dan kurikulumnya sama. Sampai dengan 01 Desember 2005 ini MTsN Kuok telah berumur mencapai seperempat abad ( 28 tahun ) yaitu dihitung sejak perubahan dari PGA Negeri 4 tahun menjadi MTs Negeri. Pada tahun 1991, MTs Negeri Kuok ditetapkan sebagai MTs Negeri Model, satu – satunya di Provinsi Riau.

Adapun pimpinan sekolah dari awal berdirinya sampai sekarang dapat dilihat dari table dibawah ini:

No N A M A T A H U N KETERANGAN
01. A. Rahim Arif 1958 – 1963 SMI
02. Abdullah Rahman 1963 SMI
03. Fatimah Arif 1963 SMI
04. Bahrun Arif 1964 SMI
05. Hasan Ishak 1964 – 1966 PGA 4 tahun
06. Amirullah Sulaiman 1967 – 1975 PGA 6 tahun
07. Drs. H. Ilyas Rahim 1975 – 1995 PGAN/MTsN
08. Ibrahim. BA 1995 – 1996 MTsN
09. Drs. A. Choliq Abdullah 1996 – 2002 MTsN
10. Drs. M. Akhyar 2002 – 2007 MTsN
11. Drs. Alfian, M. Ag 2007 – 2010 MTsN
12. Drs. H. Zainal Arifin 2010 – sekarang MTsN